|

7 Kuliner Khas Semarang yang Wajib Dicoba

Semarang, kota yang saya tinggali selama kuliah memiliki banyak kuliner yang wajib dinikmati bagi para pelancong. Berhubung saya bukan pelancong jadi ya saya lebih suka disebut orang lokal. Hehe. Saya sudah lama di Semarang, dan sekarang sudah kembali ke kota kelahiran. Tapi kadang kangen juga kuliner khas Semarang baik makanan dan minuman Semarang yang memang ngangenin.  😀

1. Wingko Babat

Wingko babat terbuat dari kelapa muda, tepung ketan dicampur gula dan garam secukupnya. Wingko sangat khas dan dijadikan oleh-oleh wajib bagi para wisatawan. Kini wingko dibuat dalam berbagai varian rasa antara lain: rasa original (kelapa muda), rasa nangka, rasa coklat, dan rasa durian. Wingko ekspired untuk 4 hari. Jadi sebaiknya wingko dimakan segera agar rasanya masih enak.

wingko babat semarang
wingko babat semarang

2. Lumpia

Lumpia menggunakan lembaran tipis dari tepung gandum yang dijadikan kulit lalu digunakan sebagai pembungkus isian yang biasanya terdiri atas rebung, telur, sayuran segar, daging, atau makanan laut. Lumpia itu khasnya ya cacahan rebung yang diisikan ke dalamnya. Sayang, saya nggak suka rebung, hehe. Jadi begitu gigitan pertama, saya langsung merasa asing dengan rasanya. Apa ya, mungkin karena saya lebih suka rasa yang gurih.

3. Tahu Gimbal

Ciri khas tahu gimbal adalah racikan tahu dan udang yang ditabur di atas ketupat. Saya pertama mencoba tahu gimbal ini di kawasan simpang lima. Dulu kawasan simpang lima banyak pedagang menjual makanan yang enak, namun harganya memang menyasar harga untuk wisatawan. Jadi walau saya di Semarang sudah lama, baru sekali nyicip tahu gimbal. Hahaha. 😆 Harganya lumayan bikin dompet menjerit. 😛 Sekarang kawasan simpang lima sudah bebas dari pedagang kaki lima. Dan pedestrian sudah bisa digunakan untuk berjalan kaki dengan leluasa.

4. Gongso Ayam dan Telur

Gongso ada berbagai macam varian, namun saya paling suka gongso telur. Rasanya enak karena pedasnya terasa bercampur dengan telur yang diorak-arik. Kuahnya pedas banget. Untuk gongso lainnya ada gongso ayam. Ternyata di Tegal sekarang ada yang jual gongso juga, lho! Kangen saya bakal terobati nih. 😀

5. Penyet

Penyet ini seperti pecak kalau di Jawa Timur. Nasi dicampur dengan sambal penyet dan lauk misalnya ikan lele, telur, tempe, tahu atau bahkan bakso goreng. Iyes, ini makanan kesukaan saya. Penyet bakso goreng ini enak banget. Baksonya dilumuri dengan kocokan telur lebih dulu baru digoreng. Jika bakso goreng sudah matang bisa dimakan bareng nasi yang masih hangat dan sambal penyet.

penyet telur dan tahu
penyet telur dan tahu

6. Gudangan

Gudangan ini makanan yang terdiri dari aneka sayuran yang direbus dan disajikan dengan sambal kelapa parut. Gudangan sering dijadikan hidangan untuk hajatan tertentu oleh masyarakat seperti syukuran, selapanan dan selamatan. Kalau saya biasanya beli di Pasar Krempyeng, Sekaran. Rasanya enak dan harganya murah. Biasa dipadukan dengan gorengan tempe maupun bakwan. Harganya pun murah dulu sekitar 2500 an. Sekarang mungkin masih kisaran di bawah 5 ribu rupiah.

7. Es Gempol

Penjual es ini saya temukan di depan sebuah swalayan. Sudah jarang yang jual sih, jadi agak susah mencari minuman ini. Ternyata rasanya enak banget! Es Gempol adalah minuman dari gempol/pleret, santan, dan gula cair. Kata gempol berarti adonan dari tepung beras yang dibentuk, lalu diwarnai. Gempolnya dikukus. Setelah matang, cara penyajiannya begini : gempol disiram dengan santan dan gula, dan ditambah es. Lezat deh! Biasanya es gempol laris dijual saat bulan Ramadhan tiba di pasar-pasar tradisional.

Nah, itulah tadi kuliner khas Semarang baik makanan dan minuman enak yang wajib dicoba oleh para traveler. Jika ke Semarang, silahkan jelajahi setiap sudut kota untuk menemukan kuliner khas Semarang yang enak dan harganya murah ini. Kamu berminat mencobanya, teman? 😉

Similar Posts

13 Comments

  1. Aku belum pernah ke Semarang, tapi beberapa makanan yang di atas sudah pernah saya coba tapi ngga banyak, soalnya seperti wingko didapat dari oleh2 teman yang pulang dari sSemarang,

    Pengen wingko yang banyak dong kak ila

    Wah, udah pernah nyoba ya, Rudi? Gimana kesannya setelah makan wingko? Enak? 😀
    Kalo sekarang wingko udah banyak dijual juga di luar daerah. Di pusat oleh-oleh wisata Jateng juga ada.

  2. Favorit saya tetap lumpia mbak… Yang lain blom pernah coba sih… Tapi keliatannya enak2 tuh.

    gimana kesannya, mba Rinie? enak? 😀
    kalo ke Semarang kapan-kapan boleh dicoba untuk kuliner lainnya 😀

  3. ko saya kurang suka ya dengan wingko karena yg pernah sya coba tuh agak keras gitu 🙁

    mungkin produknya udah lama, mba Kania. Kalo yang baru mateng, empuk, mba. Ga gitu keras. Kapan-kapan cobain lagi aja, mba 😀

  4. Aduh bikin ngiler itu penyetnya hehehe. Aku baru nyoba wingkonya aja, yang lainnya belum. Tahu gimbal itu lain dengan tahu pong ya?

    beda, mba Lianny. Tahu Pong itu isinya kosong. Kalo tahu gimbal campuran banyak isi, dari telur, udang, tahu. 😀

  5. Saya suka wingko babatnya, dan jarak kota Semarang dengan Kudus relatif dekat, salam kenal.

    Salam kenal juga, mba Irina. Wah, asli Kudus ya, mba? Saya malah belum pernah ke Kudus. Semoga suatu saat bisa main ke sana. hehe

  6. TOSSS, itu si wingko babat juga oleh-oleh khas di Babat, salah kota di Lamongan lho mbak

    wah, iyakah, mba Rie? Baru tahu aku, mba. 😀 Dulu sering beli wingko buat oleh-oleh orang rumah, hehe. 😀

  7. Wingko dan Lumpia yang paling terkenal di antara lainnya 🙂 Apalagi sepanjang jalan pangandaran, wah Lumpia semua haaa

    haha. iya. jalanan penuh dengan orang jualan. kadang kalo pas turun gunung dari Sekaran ke Pandanaran juga aku ngalami dipanggil-panggil pedagang. Dikira turis kali ya. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *