| | |

Arum Manis, Jajanan Tradisional Generasi 90’an

Saya generasi 90-an yang masih suka mengenang masa lalu *uhuk*. 😛 Dulu ada banyak makanan dan mainan tradisional yang bisa dengan leluasa dicoba oleh anak-anak di zaman saya bertumbuh. Kini mungkin hanya segelintir makanan dan mainan yang dapat bertahan di tengah tantangan arus globalisasi. Sekarang mainan yang masih dimainkan anak-anak di sekitar tempat saya tinggal hanya jangka dan petak umpet. Monopoli sudah tidak pernah saya lihat ada yang memainkannya, meski masih ada yang jual alat mainnya. Mungkin di kampung lain masih ada yang memainkan. Untuk makanan, yang paling saya ingat adalah mie anak mas dan permen yosan. Sekarang sudah tidak ada lagi sepertinya. Makanan yang ada hanya arum manis dan permen dari adonan gula yang bisa dibentuk.

arum manis, jajanan tradisional generasi 90 an
arum manis, jajanan tradisional generasi 90 an

Kamu pernah mencoba makan arum manis? Rasanya yang legit dengan teksur berbentuk serat-serat halus seperti rambut membuat makanan ini disukai anak-anak. Dulu saat saya kecil, makanan ini hanya bisa dibeli di alun-alun kota jika saya pergi jalan-jalan saat sore atau malam bersama orang tua. Jajanan tradisional yang satu ini biasanya dijual dengan warna pink yang menarik minat pembeli. Kebanyakan memang yang membeli anak kecil.

Arum manisnya dibuat menggunakan mesin pembuat arum manis atau Cotton Candy Maker murah. Penjualnya hanya tinggal menuangkan gula ke dalam mesin, memutar mesin, lalu butiran gula akan saling bertubrukan hingga menjadi serpihan-serpihan kecil. Serpihan inilah yang nanti akan muncul menjadi lebih halus lagi seperti kapas. Saking ringannya, makanan ini bisa dibawa pulang oleh tangan mungil saya. Sayangnya, arum manis hanya bisa dimakan dalam sekali makan. Pasalnya, makanan yang satu ini sangat rentan menjadi lembek dan lengket jika terkena air liur atau tersentuh tangan. Jadi biasanya arum manis dibeli satu bungkus dan dimakan bersama-sama dengan orang tua.

arum manis atau kembang gula kapas warna warni
arum manis atau kembang gula kapas warna warni (sumber : Tokopedia)

Sekarang jajanan tradisional ini sudah beralih bentuk menjadi lebih kecil dengan potongan yang lebih pendek-pendek. Saya melihat arum manis masih dijual di Eka Sari, pusat jajanan tradisional di Banyumas saat saya berlibur tempo hari. Makanan ini djual dengan harga yang relatif sama dengan harga makanan tradisional lainnya seharga 14 ribu.

Arum manis yang dijual di Eka Sari dimodifikasi dengan cara meletakkan sempeleo (makanan ringan yang juga ada di tahun 90’an) yang ditata di atas arum manis, lalu ditutup lagi dengan sempeleo lagi. Jadi ada dua lembar sempeleo berbentuk bundar dengan isian arum manis berwarna hijau maupun pink. Satu bungkus besar isinya 8 bungkus kecil arum manis. Setiap bungkus kecil diplastik sehingga tidak mudah rusak. Yang harus diperhatikan  oleh pembeli adalah cara menyimpan makanan ini. Lebih baik jauhkan dari sinar matahari langsung dan letakan dalam tempat yang sejuk, misalnya kulkas.

arum manis eka sari
arum manis yang dibeli di Eka Sari

Soal rasa? Arum manis tetap manis seperti dulu. Manis dimulut, enak diemut di lidah. Arum manis yang dilapisi sempeleo ini lebih mudah dimakan sehingga tidak tumpah jika digigit. Porsinya juga lebih kecil jika dibandingkan dengan arum manis yang berbentuk seperti balon.  😀 Kamu juga suka dengan makanan manis ini, teman? Share dong kenanganmu dengan arum manis di kolom komentar. 😉

Similar Posts

12 Comments

  1. Suka banget sama arumanis. Tapi kalau masa kecil saya dulu ada yang namanya Arbanat, bahannya gula seperti arumanis dibentuk seperti rambut. Penjualnya menggesek biola keliling kampung. Rasanya legittt….sekarang sudah ga ada cuma ada cotton candy 🙂

  2. Jadi ingat masa kecil nih, ngejar-ngejar penjual arum manis sampai ke lorong-lorong, hehehe. Gak tahu apa sekarang masih ada atau tidak bapak-bapak penjualnya.

  3. mainan congklak juga udah ngga ada sekarang yah kak, sama ngga namanya congklak? hihi

    sempeleo itu kalau di bogor mah namanya simping ka. Nah kalo arum manis, huis nini :v
    sampe sekarang aku masih suka makanan ini 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *